ANAK PESANTREN CULUN
Hidup di tempat yang baru dengan suasana baru bukan hal yang
mudah bagiku. Aku termasuk seorang yang sedikit pemalu untuk menyapa orang
orang baru. Makanya di hari pertama aku masuk pesantren aku hanya duduk di
kamar. Keluar hanya untuk solat berjamaah dan makan. Selebihnya hanya duduk
bengong menatap langit langit kamar.
Pas lagi asik menghayal, sorang datang nyapa.
“aku fajri, kamu siapa? “ sambil ulurin tangan.
“aku fadhil” ulurin tangan juga buat salaman.
“aku fajri, kamu siapa? “ sambil ulurin tangan.
“aku fadhil” ulurin tangan juga buat salaman.
Dan setelah itu kami ngobrol banyak hal mulai darimana kami
berasal sampai pemaksaan orag tua untuk masuk ke pesantren. Mulai hari itu kami kenal dekat dan kemana mana berdua.
Dia adalah tipikal orang kampung yang ceplas ceplos apa adanya. Dan aku adalah
orang kota yang kalem, dikit :v
Pertama kali solat jamaah aku sedikit kebingungan karena
urang paham sama peraturan di situ. Aku pergi ke mushala menggunakan celana
panjang dengan baju kaos tampa peci. Orang orang yang lewat ketawa liat aku
dengan pakaian seperti itu. aku baru sadar kalau itu salah ketika masuk ke
mushala dan semua orang make baju koko putih. Mau balik ke kamar buat ganti
baju udah nggak memungkinkan lagi. Akhirnya aku solat dengan pakaian yang
berbeda. Bagaikan setetes noda di hamparan kain putih, aseek :v
Komentar
Posting Komentar